PALESTINA

Februari 10, 2009 at 9:52 am (Uncategorized)

Tanah Palestina, khususnya Yerusalem, adalah suci untuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Alasannya adalah karena sebagian besar nabi-nabi Allah yang diutus untuk memperingatkan manusia menghabiskan sebagian atau seluruh kehidupannya di tanah ini.

Menurut studi sejarah yang didasarkan atas penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, Nabi Ibrahim, putranya, dan sejumlah kecil manusia yang mengikutinya pertama kali pindah ke Palestina, yang dikenal kemudian sebagai Kanaan, pada abad kesembilan belas sebelum Masehi. Tafsir Al-Qur’an menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth. Al-Qur’an menyebutkan perpindahan ini sebagai berikut:

Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (Qur’an, 21:69-71)

Daerah ini, yang digambarkan sebagai “tanah yang telah Kami berkati,” diterangkan dalam berbagai keterangan Al-Qur’an yang mengacu kepada tanah Palestina. Penyebutan ini karena telah diberkati penghidupan, kekuatan, pertanian, dan peternakan mereka. Serta banyaknya Nabi yang bertempat tinggal di negeri tersebut.

Sebelum Nabi Ibrahim AS, bangsa Kanaan (Palestina) tadinya adalah penyembah berhala. BEliau meyakinkan mereka untuk meninggalkan kekafirannya dan mengakui satu Tuhan. Menurut sumber-sumber sejarah, beliau mendirikan rumah untuk istrinya Hajar dan putranya Nabi Isma’il di Mekah dan sekitarnya, sementara istrinya yang lain Sarah, dan putra keduanya Nabi Ishaq tetap di Kanaan.

Akan tetapi, putra Nabi Ishaq, yaitu Nabi Ya’kub pindah ke Mesir selama putranya Nabi Yusuf (Joseph) diberi tugas kenegaraan. Putra-putra Nabi Ya’kub juga dikenang sebagai “Bani Israil. Setelah dibebaskannya Yusuf dari penjara dan penunjukan dirinya sebagai kepala bendahara Mesir, Bani Israel hidup dengan damai dan aman di Mesir.

Suatu kali, keadaan mereka berubah setelah berlalunya waktu, dan Firaun memperlakukan mereka dengan kekejaman yang dahsyat. Allah menjadikan Nabi Musa nabi-Nya selama masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Meskipun Firaun menolak permintaannya, Nabi Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur’an, Musa memerintahkan Bani Israil untuk memasuki Kanaan:

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Qur’an, 5:21)

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Nabi Daud menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Nabi Sulaiman, batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Nabi Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israil meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Karena kemerosotan akhlaknya, kerajaan Israel mulai memudar dan ditempati oleh berbagai orang-orang penyembah berhala, dan bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Yahudi pada saat itu, diperbudak kembali. Ketika Palestina dikuasai oleh Kerajaaan Romawi, Nabi ‘Isa AS datang dan sekali lagi mengajak Bani Israel untuk meninggalkan kesombongannya, takhayulnya, dan pengkhianatannya, dan hidup menurut agama Allah. Sangat sedikit orang Yahudi yang meyakininya; sebagian besar Bani Israel mengingkarinya. Dan, seperti disebutkan Al-Qur’an, mereka itu yang: “: telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Qur’an, 5:78) Setelah berlalunya waktu, Allah mempertemukan orang-orang Yahudi dengan bangsa Romawi, yang mengusir mereka semua keluar dari Palestina.

Tujuan penjelasan ini adalah untuk menunjukkan bahwa pendapat dasar Zionis bahwa “Palestina adalah tanah Allah yang dijanjikan untuk orang-orang Yahudi” tidaklah benar.

Zionisme menerjemahkan pandangan tentang “orang-orang terpilih” dan “tanah terjanji” dari sudut pandang kebangsaannya. Menurut pernyataan ini, setiap orang yang berasal dari Yahudi itu “terpilih” dan memiliki “tanah terjanji.” Para Zionis juga mendasarkan pernyataan mereka pada penafsiran mereka tentang ayat-ayat yang berhubungan dengan “orang pilihan” yang pernah dikaruniakan Allah kepada orang Yahudi suatu kali. Beberapa ayat Al-Qur’an berhubungan dengan persoalan ini:

Hai Bani Israil, ingatlah akan ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (Qur’an, 2:47)

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya). Qur’an, 45:16

Al-Qur’an menerangkan bagaimana pada suatu kali Allah memberkati orang-orang Yahudi, dan bagaimana pada kali lainnya Dia menjadikan mereka berkuasa atas bangsa-bangsa lain. Namun ayat-ayat ini tidaklah menyiratkan “orang pilihan” seperti apa yang dipahami orang-orang Yahudi. Ayat-ayat tersebut menunjukkan kenyataan bahwa banyak nabi-nabi yang datang dari keturunan ini, dan bahwa orang-orang Yahudi memerintah di daerah yang luas pada saat itu. Ayat-ayat tersebut menerangkan bahwa dengan berkat kedudukan kekuasaan mereka, mereka “lebih diutamakan di atas semua manusia lain.” Ketika mereka menolak Isa, ciri ini pun berakhir.

Namun orang-orang Yahudi melihat “orang yang terpilih” sebagai ciri kebangsaan sehingga mereka menganggap setiap orang Yahudi terlahir unggul dan bahwa Bani Israil selamanya dianggap unggul dari semua manusia lainnya. Penyimpangan terbesar dari sudut pandang ini menampilkan anggapan keunggulan ini sebagai “suatu perintah untuk melakukan kekejaman atas bangsa lain.” Menurut pandangan ini, hal yang lumrah bagi orang-orang Yahudi untuk menipu orang-orang non-Yahudi khususnya saudara kita di Palestina, untuk merampas hak milik dan bangunan mereka, dan, ketika diperlukan bahkan membunuh mereka, termasuk wanita dan anak-anak.

Semenjak hari ketika Zionisme memasuki Palestina kembali setelah diusirnya mereka oleh Bangsa Romawi, para pengikutnya telah berusaha untuk menghancurkan orang-orang Palestina. Untuk memberi ruang bagi para imigran Yahudi. orang-orang Palestina terus ditekan, diasingkan, dan diusir dari rumah-rumah dan tanah mereka. Gerakan untuk menduduki dan mengasingkan ini, yang didorong oleh didirikannya Israel pada tahun 1948, menghancurkan kehidupan ratusan ribu orang-orang Palestina. Hingga hari ini, sekitar 3,5 juta orang Palestina masih berjuang untuk kehidupannya sebagai pengungsi dalam keadaan yang paling sulit.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

malam pertama

Januari 5, 2009 at 1:29 pm (Uncategorized)

Apa kabar sahabatku… ??
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa.
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita.
Sayapun yakin bukan karena apa – apa…
Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita… Tuk
merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata.
Bukan malam pertama masuk ke peraduan, Adam dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang
Mauuut. Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara.
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan Seluruh badan kita
terbuka….Tak ada sehelai benangpun menutupinya.
Tak ada sedikitpun rasa malu…Seluruh
badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan.
Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…Itulah sosok
kita….Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna
putih. Kain itu … jarang orang memakainya…
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita…
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki…, diikatkan
Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah kita.
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak keliling kampong bertandukan
tetangga. Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita.
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga. Serta rasa haru para handai taulan.
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat… Saksi – saksinya
nisan-nisan. yang tlah tiba duluan. Siraman air
mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya…. .Tiba masa pengantin…
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh
langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH…Ditemani rayap –
rayap dan cacing tanah……….. Di kamar bertilamkan
tanah…. Dan ketika 7 langkah tlah pergi….Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat….
.Kita tak tahu apakah akan memperoleh. Nikmat Kubur….Ataukah kita
kan memperoleh Siksa Kubur…..Kita tak tahu…dan tak seorangpun
yang tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau…..
ketakutan… .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima.
Kita sungkan sekali meneteskan air mata… Seolah barang berharga yang
sangat mahal…

Dan Dia Kekasih itu…. Menetapkanmu ke syurga..
Atau… melemparkan dirimu ke
neraka…. Tentunya kita berharap menjadi ahli
syurga…
Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama
ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak
menemanimu Bukan aku tak
setia…Bukan aku berkhianat.. ..Tapi itulah komitmen
azali tentang
hidup dan kehidupan, Tapi percayalah.. .aku pasti kan
mendo’akanmu.
..Karena …aku sungguh menyayangimu. ..
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien

Sahabat….. , jika ini adalah bacaan terakhirmu. Jika
ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu Ambillah
hikmahnya… . Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….
Terlebih jika aku harus mendahuluimu. …Ikhlaskan dan
maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu.
….kalau tulisan ini ada manfaatnya.. .. Silakan di print out dan kau
simpan sebagai renungan…
Siapa tahu …suatu saat kau ingat padaku Dan…aku
tlah di alam lain…. Satu pintaku padamu… Tolong do’akan aku….

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

selama setahun

Januari 2, 2009 at 12:50 pm (Uncategorized)

selama setahun
kukeluarkan kata-kata yang tak pantas diucapkan

selama setahun
kuperbuat aktivitas yang merugikan orang lain

selama setahun
kau menjadi sahabat terbaikku

selama setahun
aku tak pernah menghiraukan apa yang kau kerjakan

selama setahun
aku menganggapmu tiada

selama setahun
aku selalu berbuat dosa

selama setahun
aku penuh dengan khilaf

sekarang…
ku minta maaf padamu,
baru kusadari setelah setahun kau selalu sabar menghadapiku

you’re my best friend!!!

by fix

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Profil ISC Al Fath

September 5, 2008 at 3:33 am (Uncategorized)

ISC (Mubes I)

ISC (Mubes I)

Organisasi keren ini berawal dari pengajian-pengajian intensif atau yang sering disebut liqo, nah… dari sini lahirlah ISC Al Fath. Awalnya organisasi ini anggotanya berasal dari Umbrella Club, Suffah Club and club-club lain yang saban kali ngumpul selalu sibuk mengkaji Islam, memperbaiki dirinya dan orang lain.
Nama Al Fath diambil dari pedoman hidup kita yaitu Al Quran tepatnya surah ke-48. Al Fath artinya kemenangan agar kelak ISC Al Fath dengan izin Allah SWT bisa ngebawa orang-orang yang ada di dalamnya buat ngeraih kemenangan yang hakiki yaitu di dunia dan akhirat. Amien…..
Biar lebih lengkap pengetahuannya kita lihat aja, apa sich visi misi dari Al Fath ini. Check them up…
Visi :
Sebagai sarana pembinaan karakteristik mahasiswa muslim yang berkepribadian Islam, intelek, berjiwa kepemimpinan dan wadah kreativitas amal Islami supaya terwujud lingkungan kampus yang madani.
Misi:
1. Mengkokohkan prinsip Al Aqidah Islamiyah pada setap mahasiswa muslim di lingkungan prodi bahasa Inggris dan sekitarnya.
2. Membina kepribadian Islam yang menyeluruh.
3. Mengarahkan dan menyalurkan potensi, bakat, dan kreativitas mahasiswa muslim.
4. Menjadikan bahasa internasional menjadi sarana dakwah.
5. Mengkokohkan bangunan ukhuwah Islamiyah di antara warga kampus.
Di  ISC al Fath kamu bakal bisa milih divisi yang sesuai dengan bakatmu, adapun divisi-divisi yang ada di ISC al Fath ialah:
Divisi Al Anfal
Al Anfal adalah salah satu divisi yang ada di dalam organisasi ISC Al Fath yang bergerak di bidang kaderisasi umat, yang berfungsi sebagai penghimpun. Selain itu, sebagai pengontrolan dan pengembangan pribadi dan akhlak kader.
Divisi Al Qalam
Al Qalam adalah divisi yang bergerak di bidang penulisan tentang qalam Ilahi yang dikemas dalam bentuk yang dapat diterima masyarakat kampus. Divisi ini bertugas menelorkan buletin yang hadir setiap 1 bulan sekali, selain itu mengelola mading ISC Al Fath. Serta pengelolaan terhadap blog ISC Al Fath. divisi ini mempunyai tugas untuk sebagai relasi media untuk ISC Al Fath baik ke dalam maupun ke luar kampus.
Divisi Fushilat
Fushilat adalah divisi yang yang bergerak di bidang pengembangan, pengenalan, serta pengopinian organisasi. Adapun cara-cara yang dipakai untuk mewujudkan tujuan di atas antara lain: peringatan hari besar (keagamaan, sosial, nasional, dan internasional).
Divisi An Nisa
Sesuai dengan namanya, divisi ini ngurusin segala sesuatu yang berhubungan dengan wanita atau akhwat. Why? Karena wanita ingin dimengerti dan harus dimengerti. Di sini ada kajian muslimah, kafilah muslimah, de el el yang berhubungan dengan muslimah.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar